Plasenta Previa & Solutio Placenta

Dua masalah komplikasi yang cukup menakutkan bagi para ibu hamil dengan usia kehamilan di trimester ke dua dan ke tiga… Tenang ya ibu-ibu, saya juga salah satu dari 200 ibu hamil yang mengalami keduanya, jadi mari kita berbagi saja suka dukanya tanpa berfikir negatif dan tenang menghadapinya (^.^)

Plasenta yang biasanya kita sebut sebagai “kembaran” si bayi atau “ari-ari”. Merupakan jaringan pembuluh darah yang mengandung sel induk darah tali pusat, yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antara ibu dan janin untuk mengantarkan zat-zat gizi dari sang ibu kepada janin. Bentuk plasenta ini bulat pipih dan kurang lebih mirip jaringan hati sapi. Jangan bayangkan yang aneh-aneh dan seram ya, kalau tidak ada plasenta, bayi kita akan kurgiz dan tidak terlindungi dari berbagai macam bakteri dan virus lho…

Solutio Placenta, disebut juga  abrutio placenta atau ablatio placenta. Yaitu terlepasnya jaringan plasenta sebagian atau seluruhnya dari dinding rahim sebelum janin dilahirkan atau janin masih didalam kandungan pada usia kehamilan diatas 20 minggu. Pelepasan plasenta ini digolongkan atas 3 level: Ringan, Sedang, dan Berat. Perbedaan dari ketiganya dilihat dari luas area/bagian yang terlepas, kondisi ibu hamil penderita dan janin yang dikandungnya, tegangan/kontraksi rahim, waktu kejadian, dan lain sebagainya.

Placenta Previa, merupakan kondisi di mana posisi plasenta terlalu dekat atau bahkan menutupi serviks atau jalan lahir. Digolongkan juga atas 3 level: Low-lying, Marginal / Partial, dan Total Previa. Low-lying placenta artinya posisi plasenta hanya dipinggiran serviks atau diatas 2 cm jaraknya dengan mulut rahim. Marginal atau Partial artinya sebagian plasenta menyentuh atau bahkan menutup serviks namun hanya sedikit. Sedangkan Total previa artinya lebih dari 50% besarnya plasenta berada di jalan lahir. Low-lying dan Partial Placenta previa masih mempunyai kesempatan untuk melahirkan secara normal, namun Total Placenta previa akan ditindak dengan bedah cesar (C-Section)

Kembali lagi kepada usia kandungan kita, apabila masih dalam usia muda dan ada kemungkinan untuk uterus terus membesar dan berkembang, maka ada kemungkinan posisi plasenta (yang tidak mungkin berpindah dengan sendirinya – ingat!) akan tergeser dan menjadi solusi bagi Plasenta previa ini. Hal ini masih harus terus menerus di konsultasikan ke dokter kandungan pribadi anda ya, karena saya sendiri bukan seorang ahli :)

Sebagian pengalaman yang saya baca disini dan disini lumayan mengobati rasa penasaran saya mengenai dua kasus tersebut diatas. Yang pasti, saya yakin saya tidak sendiri dan masih banyak bumilita lain yang mengalami hal yang sama, bahkan sudah lewat. So, jangan takut ya buibu? :D

Sumber bacaan:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s